
Karir beliau sebagai
birokrat di mulai ketika menjadi staff Investment Board Kotamadya Bandung pada
tahun 1973. di sela-sela kesibukannya, beliau menyelesaikan Studi S-1 di
Fakultas Hukum Jurusan Perdata Universitas Islam Nusantara (Uninus) pada tahun
1983 dan melanjutkan pasca sarjana di Magister Kebijakan Publik LAN-Unpad
Bandung dan lulus tahun 1998.
Figur Dada Rosada yang low
profile dan berjiwa besar sangat kentara ketika diberhentikan secara
tiba-tiba dari jabatannya sebagai Sekretaris Daerah Kota Bandung pada tahun
2002 oleh Walikota saat itu, H. AA. Tarmana. Walau ada kesempatan untuk membawa
kejadian tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara namun beliau tidak
menggunakan kesempatan tersebut. Secara tegas Kang Dada mengatakan bahwa
keputusan Walikota tersebut harus dihormati.
Jiwa besar yang dimiliki
oleh Kang Dada akhirnya mangantarkan Beliau terpilih menjadi Walikota Bandung periode tahun 2004 - 2009. Jabatan Walikota
Bandung yang disandang Kang Dada tidak membuatnya dapat tertidur nyenyak.
Berbagai persoalan Kota Bandung yang senantiasa membutuhkan kerja ekstra
seringkali memaksa Kang Dada tertidur larut malam dan harus terbangun di pagi
buta. Namun sedikitpun ia tidak pernah mengeluh demi menyadari betapa besar
harapan warga Kota Bandung akan terwujudnya Kota Bandung yang Bermartabat
(Bersih, Makmur, Taat, dan Bersahabat). Jerih payahnya dalam mengemban amanat
sebagai Walikota Bandung Periode 2004 - 2009 bukanlah tanpa hasil.
Ditengah hujatan para pengkritiknya dan sanjungan para pendukungnya, Kang Dada
selama 5 tahun memimpin Kota Bandung bersama-sama dengan seluruh komponen warga
Kota Bandung telah meraih berbagai keberhasilan. Dada Rosada mencalonkan diri
kembali sebagai Walikota Bandung untuk yang kedua kali. Ia terpilih sebagai
wali kota Bandung periode 2009-2014.
Sejak menerima amanat sebagai
Walikota Bandung tahun 2004, telah banyak capaian, yaitu 80 penghargaan dalam
negeri, 7 penghargaan luar negeri dan 40 lebih keberhasilan yang telah diraih.
Harus di akui memang oleh semua pihak, bahwa seluruh program pembangunan di
Kota Bandung tidak semata upaya Kang Dada, melainkan kerjasama berasma seluruh
komponen masyarakat warga kota Bandung, dengan segala kelebihan dan kekurangan
beliau, juga pendukung dan pengkritiknya, semua memberikan keyakinan langkah
seorang Dada Rosada untuk terus menapaki jalan panjang dan berliku dalam menata
Kota Bandung.
Kesimpulan :
- Dunia pegawai negeri merupakan dunia pengabdian. Semua kegiatan yang dilakukan pegawai negeri wajib mengutamakan kepentingan Negara diatas kepentingan golongan atau diri sendiri, dan salah satu kepentingan negara yang utama adalah memajukan kesejahteraan umum.
- Sukses dalam arti ideal yaitu menjadi pegawai yang mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum tanpa menjual kehormatan dan martabatnya sebagai pegawai.
- Kenaikan jabatan adalah promosi yang diberikan kepada pegawai sebagai penghargaan (reward) atas prestasi, disiplin dan produktifitas.
No comments:
Post a Comment